Ponorogo.
Nyonya Siti Fatimah (38) ibu kandung Rista Fransiska (17) mengaku tak akan
kembali lagi bekerja ke Singapura sebagai Tenaga Kerja Wanita (TKW) sebelum
pembunuh sadis anak semata wayangnya ditemukan tim penyidik Polres Ponorogo.
Pasalnya, hingga kini istri Saptoni (38) warga JL Gajah Mada, Dusun Sejuruk,
Desa/Kecamatan Kauman ini masih belum percaya jika anak yang disayanginya itu
tewas terbunuh dengan 9 luka tusukan dan mayatnya ditindih menggunakan batu
besar. Apalagi, jika anak perempuannya itu tewas dalam kondisi hamil 7 bulan.
Alasannya, selama ini anaknya tidak pernah menceritakan miliki masalah apa pun
baik dengan ayah kandungnya maupun masalah sekolah termasuk masalah hubungan
korban dengan teman lelakinya. Siti Fatimah mengaku jika sehari sejak ada kabar
anaknya tewas dibunuh langsung pulang ke kampung halamannya di lingkungan RT
01, RW 01, Dusun Krajan, Desa Jimbe, Kecamatan Jenangan, Kabupaten Ponorogo.
Hal ini setelah mendapatkan kabar dari teman anaknya yang dikenal lewat
Facebook (FB). Saat itu, teman anaknya itu memberikan kabar lewat FB jika
anaknya tewas dibunuh dengan 9 luka tusukan dan mayatnya dibuang di selokan
pinggir JL Raya Ponorogo -Wonogiri, Desa Maron, Kecamatan Kauman, Kabupaten
Ponorogo. "Dalam FB teman anak saya mengabarkan kalau Rista ditemukan
meninggal di selokan dengan 9 luka tusukan. Spontan saat itu saya langsung
menelpon ke rumahnya di Jimbe. Akan tetapi keluarga besar Jimbbe, belum tahu
kejadian tersebut, meskipun paginya ada petugas Polsek Sumoroto datang menanyakan
keberadaan Rista yang tak pulang semalam," terang perempuan kelahiran 1975
ini kepada Surya, Senin (22/7/2013). Lebih jauh, Ny Siti Fatimah mengungkapkan
jika teman anaknya yang dikenal di FB yang memberikan kabar kematian anaknya
itu adalah Ahmad Riski. Hari itu juga sekitar pukul 11 waktu Singapura
perempuan yang bekerja menjadi TKW selama 6 tahun di Singapura ini bertolak
pulang ke kampung halaman rumahnya. "Seketika itu, meski keluarga saya di
Jimbe karena saya tinggal bersama ibu saya Mbah Giyem tak ada yang tahu, saya
meyakinkan diri pulang kampung karena kalut dengan kabar kematian anak saya
yang dibunuh orang tak dikenal itu," imbuhnya. Tanpa pikir panjang, Minggu
pagi (14/7/2013) Siti Fatimah langsung mohon ijin ke majikannya dan langsung terbang
ke Indonesia. Karena sudah tidak kuat menahan kesedihan dan duka mendalam,
Minggu sore perempuan ini tiba di kampung halamannya. Akan tetapi, Siti Fatimah
tidak langsung menuju rumah suaminya di JL Gajah Mada, RT 01, RW 01, Dusun
Sejeruk, Desa/Kecamatan Kauman, tempat anaknya Rista tinggal saat ditinggal
mencari nafkah di Singapura. Baru Senin (15/7/2013), Siti Fatimah bertandang ke
rumah Saptoni yang tak lain suami dan ayah kandung Rista Fransiska. Betapa
terpukulnya Siti Fatimah saat mendapatkan kabar kematian anaknya itu benar
adanya. "Padahal 4 bulan lalu saya pulang dan tidur dengan Rista. Setiap
tidur selalu memeluk Rista karena rasa rindu yang mendalam terhadap anak semata
wayang saya. saya tidak menduga Rista hamil. Rista tidak pernah cerita kejadian
yang menimpanya. Kami juga tidak tahu sama sekali kalau Rista punya pacar. Saya
heran apa motif pelaku yang tega membunuh anak saya ini," katanya sembari
memandangi foto Rista yang diambil dari album keluarga itu. Selain itu, Fatimah
mengaku Rista masih sempat berbicara dengan dirinya lewat FB saat puasa hari
pertama. Dia tak mengira komunikasi dengan anaknya itu merupakan komunikasi
terkahir kalinya. Saat chating lewat FB itu, Rista masih sempat tanya keadaan
ibunya. Sedangkan mengenai status anaknya di FB selalu ditanyakan ke Rista.
Namun Rista tidak pernah bicara terbuka di FB maupun di HPnya. "Saya sama
Rista terakhir kali komunikasi lewat inbook FB. Dia juga sempat minta kiriman
uang untuk daftar ulang sekolah dan akan menukarkan laptopnya. Hingga sekarang
laptop merek Samsung permintaannya belum saya kirim tapi anak saya sudah
tiada," ungkapnya. sebelumnya kata Fatimah, Rista juga pernah ditawari
untuk dibelikan sepeda motor, akan tetapi Rista menolak karena takut kepada
bapaknya. Selama ini Rista selalu takut dengan bapaknya. "Jujur saya
sendiri sudah 5 tahun tidak berkomunikasi dengan bapaknya. Saya pernah minta
pendapat Rista jika saya cerai sama bapaknya. Rista bilang jangan sekarang Bu,
adik (Rista) takut sama bapak, jangan sekarang pokoknya takut kalau ibu pisah
sama bapak. Itu pendapat Rista ke saya waktu beberapa waktu lalu saya lontarkan
hendak cerai," urainya. Selama ini bekerja membanting tulang ke Singapura,
kata Fatimah terasa berat dirasakan. Pasalnya, harus meninggalkan anaknya. Akan
tetapi semua dilakukan demi Rista. Apalagi Rista pernah bilang jika hendak
kuliah setelah SMK. Cita-cita itu, menjadi penyemangat dan cambuk bagi Fatimah
untuk bekerja keras demi kebahagian anak kandungnya. "Saya bekerja hanya
demi Rista. Kalau Rista tidak semangat belajar dan punya cita-cita yang tinggi
saya sudah pulang kampung. Akan tetapi kalau Rista kuliah biaya darimana kalau
tidak kerja. Hidup saya hanya untuk Rista," paparnya. Sementara kehamilan
Rista diketahui ibu kandungnya saat selamatan 7 hari di rumah Mbah Giyem, nenek
kandung Rista dari ibunya karena ulama yang memimpin doa menyebutkan ada 2 nama
di dalam doanya. Yakni mendoakan Rista dan Risti. Rasa penasaran itu membuatnya
mengetahui anaknya sudah hamil 7 bulan itu. "Saya awalnya tidak tahu kalau
Rista hamil. Saat itu hajatan 7 harinya kematian Rista, kok ada nama Rista dan
Risti dalam doanya. Saya tanya siapa Risti, ternyata bayi yang dikandung anak
saya. Saya berharap polisi segera mengungkap siapa pembunuh anak saya itu. Saya
akan kembali pulang ke Singapura kalau sudah terungkap siapa pembunuh anak
saya. Padahal seharusnya hari ini saya harus kembali ke Singapura. Saya tak
akan kembali ke Singapura sebelum terungkap siapa pembunuh anak saya. Saya
minta pelaku dihukum seberat-beratnya," pungkasnya. Hal senada disampaikan
Mbah Giyem, ibu kandung Siti Fatimah. Sembari meneteskan air mata, perempuan
tua ini meminta supaya pembunuh cucunya segera terbongkar dan dihukum
seberat-beratnya karena membunuh cucunya dengan sadis. "Semoga polisi segera
menemukan pembunuh cucu saya karena sudah sekian lama belum terungkap pembunuh
sadis Rista itu," pintanya.
Sumber : gasud.com
Sumber : gasud.com
0 komentar:
Posting Komentar