Pencarian

News Update :

Translate

Akhirnya, Amerika Serikat Restui Israel Tuk Ratakan Iran

Rabu, 24 April 2013

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat
(AS) John Forbes Kerry, akhirnya
secara terbuka mendukung rencana
perang Israel terhadap Iran.
Pernyataan Kerry keluar usai
bertemu Presiden Israel Shimon Peres di Yerusalem. “Saya pikir tidak ada pilihan yang
akan diambil dari meja. Dan saya
sudah konfirmasi ke Presiden
Obama, jam terus bergerak,” ancam
Kerry, dilansir Hareetz, Rabu
(10/04/2013). Pernyataan terbaru Kerry itu
mengamini desakan Menteri Urusan
Strategis Israel, Yuval Steinitz, yang
mendesak AS segera menetapkan
batas waktu untuk mengelar aksi
militer guna menghentikan Iran dari aktivitas pengayaan nuklirnya. Steinitz, mengatakan perlu ada
tindakan tegas dalam beberapa
minggu ke depan atau satu bulan
jika Iran tidak menghentikan
program nuklirnya, menyusul
kegagalan solusi diplomatik 5 negara dan Iran dalam pertemuan di
Kazakhstan, beberapa waktu lalu. Deputi Kepala Staf Angkatan
Bersenjata Iran, Brigjen Mohammad
Hejazi menegaskan, militer
negaranya siap memberikan respons
cepat atas kemungkinan serangan
yang akan dilancarkan rezim zionis Israel. Menurut Hejazi, dilansir Mehr News,
Selasa (16/04/2013), angkatan
bersenjata Iran sudah dalam kondisi
siap tempur untuk membalas dan
memberikan serangan mematikan
kepada Israel. Sebelumnya, pemimpin tertinggi
Iran, Ayatullah Ali Khamenei
mengatakan, jika Israel nekat
menyerang fasilitas nuklir milik Iran,
maka ia memastikan kalau Tel Aviv
akan rata dengan tanah. “Kesalahan melancarkan invasi
militer ke Iran, akibatnya Tel Aviv
dan Haifa akan rata dengan tanah,”
ancam Khamenei. Selama ini Iran teris menolak
tudingan membuat senjata nuklir.
Itu didukung fakta, bahwa IAEA
selama ini tidak pernah
menunjukkan bukti kuat adanya alih
teknologi nuklir sipil ke arah militer. Wakil Kepala Staf Angkatan
Bersenjata Iran, Brigadir Jenderal
Masoud Jazayeri, meremehkan
kemampuan senjata laser yang akan
mulai digunakan militer Amerika
Serikat (AS) di kawasan Teluk Persia pada tahun 2014 mendatang. Pernyataan itu untuk mereaksi
klaim Angkatan Laut Amerika Serikat
yang mengatakan bahwa AS telah
meluncurkan sistem militer canggih
sebagai upaya untuk
mempertahankan hegemoni mereka di berbagai belahan dunia. Namun upaya ini menurut Jenderal
Iran itu tidak akan mampu
memecahkan masalah AS di Teluk
Persia atau wilayah lain dalam
jangka panjang. Sebelumnya dilaporkan, pejabat AS
mengumumkan negara yang
mengaku sebagai polisi dunia telah
meluncurkan sistem senjata laser
canggih yang telah diinstal pada
kapal-kapal militer Angkatan Laut AS di Teluk Persia. Jazayeri percaya bahwa kehadiran
AS di berbagai kawasan justru
meningkatkan ketegangan di
kawasan itu dan sebagai tekanan
terhadap negara-negara berdaulat. “Masyarakat internasional harus
memutuskan dengan tegas dan
menghentikan semua tuntutan AS
yang berlebihan,” tegasnya. Brigadir Jenderal Jazayeri juga
menolak efektifitas sistem laser
tersebut pada kemampuan
pertahanan Iran seperti pesawat
tempur dan kapal boat cepat. “Instalasi sistem tersebut tidak akan
mampu membatasi kemampuan
pertahanan Iran”, tegasnya.
Share this Article on :

0 komentar:

Posting Komentar

 

© Copyright Arek Japan Kulon 2010 -2011 | Design by Bukan Gagal Maksud | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.