Pencarian

News Update :

Translate

Penemuan Kerangka Perempuan Di Sawoo " Ponorogo"

Rabu, 27 November 2013

PONOROGO-Penemuan kerangka
manusia yang diduga sebagai kerangka manusia
perempuan membuat gempar warga Desa Ngindeng,
Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo, Selasa
(26/11/2013). Penemuan kerangka manusia di
dasar jurang Slorok, RPH Blondrang ini ditemukan salah seorang warga, yakni Yahyo (45) yang hendak
mengolah lahan hutan itu menjadi ladang jagung dan
ketela. Diduga, kerangka manusia berserakan itu
tewas akibat kelaparan. Selain itu, diduga
merupakan kerangka tulang perempuan lantaran
seluruh pakaian korban masih tampak lengkap berserakan di kanan dan kiri tulang belulang yang
berserakan itu. Awalnya, saksi mengetahui ada
anjing yang melintas di dekatnya dengan menggigit
tulang. Saat dibentak saksi, anjing itu langsung
memuntahkan (melepas) tulang belulang yang
digondolnya itu. Mengetahui ada tulang itu, saksi mengamatinya hingga meyakini jika tulang itu
merupakan tulang manusia. "Saya yakin itu tulang
manusia. Makanya, saya melihat kanan dan kiri serta
di bawah jurang yang memiliki ketinggian sekitar 15
meter tersebut, justru menemukan banyak tulang
berserakan. Tempurung kepala korban masih utuh. Selanjutnya, saya lari turun melapor ke Kamituwo
untuk dilaporkan ke polisi. Karena masih ada baju,
ikat pinggang perempuan, dan sewek korban,"
terangnya kepada media, Selasa (26/11/2013).
Selain itu, Kamituwo Ngindeng, Murkam menjelaskan
jika saat ini petugas jajaran Polsek Sawoo dan Polres Ponorogo sedang menuju lokasi penemuan
kerangka manusia itu. Hal ini setelah mendapatkan
laporan resmi dari pihak desa. "Jajaran petugas
Polsek Sawoo dan Polres Ponorogo masih
mengevakuasi dan olah Tempat Kejadian Perkara
(TKP) di balik bukit ditemukannya kerangka manusia itu," ungkapnya. Sementara, Kepala Resort
Pemangku Hutan (RPH) Bondrang, Sugeng Wiyani di
lokasi kejadian menegaskan jika lokasi penemuan
kerangka manusia itu berada di dasar jurang
berkedalaman 15 meter. Menurutnya, kerangka
manusia yang berserakan di lokasi penemuan itu, karena sudah dimakan binatang hutan. Sedangkan
lokasi penemuannya ada di area Petak 104 RPH
Bondrang. "Memang lokasinya berada di lahan
Perhutani di petak 104 RPH Bondrang. Karena lokasi
penemuan kerangka manusia itu di situ, maka saya
teringat awal bulan puasa (Juni 2013) lalu ada orang Desa Kemuning, Kecamatan Sambit yang mengaku
kehilangan anggota keluarganya. Tetapi coba nanti
dilihat apa benar itu kerangka warga Desa Kemuning
atau bukan? Kan ada bekas baju korban,"
pungkasnya.
Share this Article on :

0 komentar:

Posting Komentar

 

© Copyright Arek Japan Kulon 2010 -2011 | Design by Bukan Gagal Maksud | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.